
Pada pertengahan tahun 2025, jagat politik nasional dihebohkan dengan isu bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan diturunkan dari jabatannya. Kabar ini mencuat melalui sejumlah media sosial dan grup diskusi politik daring, lalu menyebar ke media nasional dan internasional.
Isu ini mulai beredar setelah adanya dokumen bocor yang menyebutkan adanya ketidakharmonisan di dalam internal koalisi pemerintah. Beberapa pengamat politik menyebutkan bahwa Gibran tidak lagi dianggap sejalan dalam beberapa kebijakan besar, termasuk soal proyek Ibu Kota Negara (IKN) dan reformasi birokrasi.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana maupun pihak terkait yang membenarkan kabar tersebut.
Istana membantah keras isu tersebut dan menyebutnya sebagai manuver politik yang tidak berdasar.
Menteri Sekretaris Negara menyatakan Gibran tetap menjalankan tugasnya secara aktif.
Sebagian media mengaitkan isu ini dengan dinamika menjelang Pemilu 2029.
Pengamat politik menyebut isu ini bisa menjadi bagian dari strategi menggoyang kekuatan politik Jokowi dan keluarganya.
Netizen terbagi antara yang mendukung dan yang menolak isu penurunan Gibran.
Tagar seperti #SaveGibran dan #GibranTurun sempat trending di Twitter/X.
Kompas, CNN Indonesia, Detik, Tempo
Analisis politik dari CSIS dan LSI
Pernyataan resmi dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia