Phnom Penh/Bangkok – 14 Juni 2025
Ketegangan lama di wilayah perbatasan antara Kamboja dan Thailand memuncak menjadi bentrokan bersenjata pada Sabtu malam, menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak dan mendorong kekhawatiran internasional akan potensi eskalasi konflik di Asia Tenggara.
Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Kamboja, bentrokan dimulai sekitar pukul 20.00 waktu setempat di dekat Kuil Preah Vihear, sebuah situs warisan dunia UNESCO yang selama bertahun-tahun menjadi titik sengketa antara kedua negara. Kamboja menuduh pasukan Thailand melanggar wilayah perbatasannya dan melakukan serangan artileri mendadak.
“Pasukan kami hanya membalas tembakan setelah posisi kami diserang lebih dulu,” ujar Juru Bicara Militer Kamboja, Mayor General Sothy Dara, kepada media setempat.
Di sisi lain, pemerintah Thailand membantah tuduhan tersebut. Juru bicara militer Thailand menyatakan bahwa pasukan mereka hanya merespons provokasi dari unit bersenjata Kamboja yang diduga membangun pos baru di zona demiliterisasi.
Sumber dari rumah sakit perbatasan melaporkan sedikitnya 12 tentara tewas dan puluhan lainnya terluka. Beberapa desa di sekitar wilayah konflik telah dievakuasi, dengan lebih dari 2.000 warga sipil kini mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kementerian Luar Negeri Thailand mengeluarkan pernyataan yang menyerukan de-eskalasi, namun juga menegaskan akan “melindungi integritas wilayah Thailand dari segala bentuk pelanggaran.”
Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato Lim Chee Leong, menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak kedua negara untuk menahan diri. "Konflik ini dapat mengancam stabilitas kawasan dan merusak upaya integrasi regional," katanya dalam konferensi pers di Jakarta.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan telah mengirimkan permintaan resmi kepada kedua negara untuk menghentikan pertempuran dan membuka jalur diplomatik.
Sengketa antara Kamboja dan Thailand atas wilayah di sekitar Kuil Preah Vihear telah berlangsung selama beberapa dekade. Pada 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa kuil tersebut berada di wilayah Kamboja, namun akses dan wilayah di sekitarnya masih diperdebatkan.
Ketegangan meningkat sejak 2008 ketika kedua negara menempatkan pasukan di dekat perbatasan. Meski beberapa kesepakatan damai pernah dicapai, bentrokan kecil-kecilan kerap terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, kedua negara belum menyepakati gencatan senjata. Pemerintah Vietnam dan Indonesia dikabarkan tengah mengupayakan pertemuan darurat tingkat menteri luar negeri ASEAN untuk meredakan ketegangan.
Masyarakat internasional berharap agar Kamboja dan Thailand dapat menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog damai, demi menghindari dampak kemanusiaan dan ekonomi yang lebih luas di kawasan.